Saat semuanya berubah…
Sunday, September 25th, 2005Ketika memutuskan ngelamar ke media ini…yah, lumayan coba-coba. Namanya juga baru lulus, gencar usaha cari kerjaan. Ternyata lolos…bergabunglah daku sejak April 2002 dg keluarga besar sebuah stasiun TV swasta. Keluarga? ya…keluarga. Kantor ini, terutama di lantai 3, sudah seperti keluarga. Lebih dr separuh dr 24 jam dlm sehari kuhabiskan utk bekerja. Tapi itu sangat menyenangkan krn pekerjaanku tdk monoton…suasana kerja yang menyenangkan…kultur kantor yg penuh keakraban.
Ketika memutuskan menjadi seorang wartawan…tidak ada yang maksa. Itu emang pilihanku, meski awalnya krn kepalang basah. Hidup dengan deadline dan banyak tekanan. Toh tinggal cari cara untuk menghibur diri, mengurangi stress! Salah satunya…ya buka Friendster! Aku tak punya banyak waktu utk bersosialisasi dg teman2. Menikmati waktu sebagai manusia, bukan robot. Tp lumayan…tertolong F’ter. Meski di dunia maya aku msh bisa memantau perkembangan teman2…bahkan bertemu teman lama yg sudah alaihum gambreng gak bersua.
Tapi apa yg terjadi sekarang? Satu per satu anggota keluargaku pindah ke "rumah baru". It’s a real world! I Know. Kehilangan teman sekantor adl hal yg biasa. Tp bagaimana jika kultur perlahan berubah? Keakraban semakin menipis! Sekarang aku tak mengetahui nama semua penghuni lantai 3, apalagi seantero kantor. Peraturan semakin ketat. Ekspersi diri makin dipersempit. Rasa dan tenaga semakin tdk dihargai. Semua demi dewa media, bernama "RATING". Idealisme terkikis sedikit demi sedikit. Bahkan langkah kaki pun semakin tak bebas dgn banyaknya tembok aturan, yang selalu berubah dan bertambah.
Dan Friendster pun di blok….tak bisa lagi diakses. Alasannya…demi efisiensi kerja? Really? Kenapa tidak di blok saat jam kerja saja? Apa salah karyawan mendapat "hiburan" sejenak di ktrnya? Toh mau keluar pun susah dpt waktu. Apa perlu aku nyolong waktu buat ketemu temen di luar sambil makan bareng? terlihat lebih menyenangkan sih, tp akan lebih banyak waktu yang aku "curi" ketimbang buka f’ter kan?
Tapi semua toh pilihan….seperti yang ditawarkan para "teras atas"…just take it or leave it!
Huh…jenuh…jenuh…sekali-kali, pengen juga menikmati hari, bertemu teman, sekedar nongkrong bareng atau jalan ke suatu tempat