Cinta Bagas (part 1)
Monday, October 24th, 2005(Based on True Story, tapi nama2 tokohnya sengaja aku ganti….soalnya belum minta ijin sama yang punya cerita he…he…)
Tia, si gadis kurus, berkacamata dan berkulit gelap.Tak ada yang menarik dari fisiknya. Belum lagi ketomboy-an yang membuatnya cuek dg penampilan. Dekil, serampangan, dan sangat tidak modis. Yah…setidaknya tak akan membuat cowok jatuh cinta pada pandangan pertama.
Gara-gara fisiknya ini, Tia mengalami krisis percaya diri. Padahal dia gadis yang supel dan pintar. Tia selalu masuk peringkat 3 besar di kelasnya. Hampir setiap pagi dia menjadi “juru selamat” teman2nya dg memberi contekan PR. Begitu pula saat ulangan umum. Sohib-sohibnya yang kebanyakan laki-laki, selalu “menodongnya”. Jadilah Tia menyalin semua jawaban pilihan ganda, yang langsung laris secara terselubung, berpindah dari satu meja ke meja yang lain. Tapi kelebihan ini tak membangkitkan rasa percaya diri Tia. Dia tetap minder sbg “the ugly duck”.
Dari puluhan sohib cowoknya, ternyata ada yang diam-diam jatuh hati pada Tia. Cowok itu bernama Bagas. Bagas adalah teman Tia sejak SMP. Namun mereka baru bersahabat saat kelas 3 SMA, gara2 mereka 1 kelas. Dan Bagas adalah salah satu pelanggan contekan Tia. Padahal Bagas bukan murid dg otak yang tertinggal. Cuman…malasnya itu loh…’gak nahan! Yah namanya juga remaja cowok yang lagi senang-senangnya menikmati masa muda. Belum lagi kegilaannya pada bola basket. Bisa bikin Bagas lupa waktu.
Tiba-tiba saja Bagas melihat Tia sebagai sosok yang berbeda. Sosok perempuan cerdas, mandiri, dan ternyata lumayan manis (andaikan Tia mau merawat diri). Bagas pun mulai melancarkan jurus2 PDKT alias pendekatan. Dia dekati teman sebangku Tia. Itung2 cari informasi lebih banyak soal Tia dan mendapat bantuan menarik perhatian Tia. Bahkan gak nanggung-nanggung…Bagas langsung melancarkan jurus jitu…mendekati keluarga Tia, terutama mamanya Tia.
Tia mulai menyadari perubahan sikap Bagas terhadapnya. Bagas yang kini lebih memperhatikannya. Yang selalu siap membantu Tia. Bahkan rela menjemput Tia pagi-pagi buta saat Tia ada acara di sekolah. Bagas pun mulai selalu ikut kemana pun Tia pergi. Tia ke kantin…pasti Bagas ngintil. Bahkan ke Perpustakaan pun, Bagas jabanin.
Bagas tak menyangka, dia akan betul2 jatuh hati pada Tia. Sosok wanita berfisik biasa…yang sebelumnya gak bakalan terlirik mata Bagas. Yah setidaknya…kalau dilihat dari deretan mantan Bagas, semuanya cewek berparas enak dilihat, berkulit terang dan bertubuh aduhai. Hal yang tidak ada pada diri Tia.
Dan yang paling Bagas tak habis pikir, Tia ternyata memberi pengaruh yang sangat besar padanya. Bagas jadi semangat belajar dan rajin bikin PR. Bagas pun selalu mengucap salam setiap masuk kelas untuk menarik perhatian Tia. Bagas jadi lumayan sering berkunjung ke musholla sekolah, tempat dimana Tia berada di waktu dzuhur. Dan yang paling mengagetkan, adalah niat Bagas untuk berhenti merokok jika kelak dia jadian dengan Tia. Yah…gimana ya, soalnya Tia sangat anti rokok sih.
Saat Tia berulang tahun…Bagas menyiapkan kado yang sangat istimewa. Bagas mengajak sohib2 Tia yang lain menyiapkan pesta kejutan di rumah Tia. Kejutan? Ya kejutan!! Tanpa sepengetahuan Tia, Bagas & teman2nya sudah ada di rumah Tia. Ketika Tia pulang sekolah, ia pun terkejut saat teman2nya tiba2 nongol dari berbagai penjuru rumah. Dan Bagas? Ia muncul sambil membawa panci berisi “ramuan ulang tahun” yang langsung diguyurkan ke tubuh Tia. Cuma itu? Tentu tidak! Bagas pun sudah menyiapkan black forest. Kejutan yang sangat manis kan?
Atas semua usaha Bagas, apakah Tia terenyuh dan menerima Bagas?
…..Bersambung ya…he…he…