naik…naik…ke puncak gunung
Naik…naik…ke puncak gunung…tp kok curam banget ya naiknya?
Aku mah cuma orang bodoh kali ya (red. dg logat sunda)…yg belum bisa menjangkau jalan pikiran pemerintah yang naikin BBM sedemikian tinggi, hanya selang bbrp bulan doang dari kenaikan sebelumnya.
Katanya kan buat ngalihin subsidi dari orang kaya ke orang miskin. Really? Se-simple itu kah alasannya? Mulia sekali tujuan itu, jika aplikasinya memang juga demikian.
Rakyat miskin emang dapat subsidi SERATUS RIBU rupiah tiap bulan! Tapi ada beberapa pertanyaan dlm otakku yang bodoh ini. (1) Yakinkah penyalurannya akan tepat sasaran? Semua rakyat miskin akan dapat jatah?; (2) Yakin tidak ada "kebocoran" saat penyalurannya? Bagaimana cara memastikannya spy rakyat yakin subsidi itu disalurkan dg benar? Ada transparansi yg jelas oleh badan independen?; (3) pertanyaan terakhir tp yang paling menggelitik pikiran: Apakah dg 100 ribu rupiah, perekonomian rakyat kecil akan terbantu? Logikanya begini…BBM naik, maka harga semua kebutuhan hidup akan melambung. Apalagi minyak tanah naik sampai 3 kali lipat…Kebayang gak, buat masak air dan nanak nasi doang aja…sudah berapa liter minyak yg mereka butuhkan? Berarti berapa puluh ribu rupiah yg habis dlm sebulan? Belum buat lauk pauk…aduh gak usah deh daging-dagingan…buat beli tempe dan tahu aja…gw gak yakin cukup! Belum kebutuhan hidup lain…kayak pakaian, sekolah, jajan anak…dll.
Simple nya gini…katakanlah sebelum BBM naik, para rakyat miskin itu menghabiskan 300 ribu rupiah utk memenuhi kebutuhan hidup seluruh anggota keluarganya. Itu pun dg berhemat super ketat…yang tak jarang makan cukup dg nasi dan sambal. Dg dpt subsidi…idealnya akan meringankan tanggungan mereka, dg hanya mengeluarkan 200 ribu dr kantong sendiri. Tp sayang…kenaikan BBM bikin "biaya hidup" naik dua kali lipat…bahkan mungkin lebih. Orang ongkos bis buat beli beras dan bumbu dapur ke pasar aja naik. Jadi yang terjadi kemudian…rakyat miskin membutuhkan duit buat hidup minimal 500 ribu. Itu artinya…dg subsidi, rakyat miskin malah jadi tekor dong????
Akh pusing… gw emang bukan ekonom atau orang berotak cerdas kali ya untuk mencari celah, memahami niat baik pemerintah: "bahwa rakyat miskin akan di untungkan dg kenaikan BBM ini krn diberi subsidi".
Yang ada dlm "hitung2an" gw, jumlah rakyat miskin akan bertambah karena daya jangkau ekonomi rakyat akan menurun….
Semoga pikiran gw yang bodoh ini salah…dan pemerintah yang benar.