Archive for April, 2006

Aku Rindu…

Saturday, April 15th, 2006

Bunda, dalam sepi ini aku teringat dirimu. Andaikan mungkin, saat ini aku akan berlari mencari dekap hangatmu. Dalam pelukmu aku merasakan kedamaian. Meski engkau hanya terdiam, itu sudah cukup untuk menentramkan hatiku. Bening matamu memberiku semangat untuk kembali tersenyum. Dibalik kerapuhanmu, tersimpan cinta dan kasih tiada batas.
Tapi sekarang aku sudah besar Bunda. Sudah harus bisa menahan tangis ini sendiri. Sudah harus bisa bangkit tanpa mengadu padamu.
Akh…andaikan aku bisa kembali menjadi gadis kecilmu…

Love U, Mom :-)

Tersembunyi

Saturday, April 15th, 2006

Gadis kecil itu selalu sembunyi.
Langkah riangnya membalut tangis.
Tawa renyahnya menjadi dusta hatinya.
Namun ia terus melangkah lincah,
seolah beban itu memang tiada.

Renungan…

Saturday, April 15th, 2006

11 April 2006

Semalam rencananya aku sudah berada di atas tempat tidur kesayangaanku, pukul 11. Prediksi, editing 2 paket sudah OK. Jadi aku bisa melakukan ritual tahunanku. Menyendiri, memikirkan apa saja yang sudah kulakukan setahun belakangan dan berencana “what’s next?!”. Sayang, pukul 10, aku diberitahu ada masalah yang harus diselesaikan. Merombak 1 paket blocking time, yang sebenarnya sudah rapi sejak beberapa hari lalu. Jadilah aku stuck di kantor. Hektik merivisi paket, disambung membuat lead “by request”. Alhasil, setengah jam pertama di pertambahan umur, kuhabiskan di depan komputer, di ruangan dingin yang tak mau kompromi. Kejadian semalam membuatku berpikir, ada apa denganku? Aku tersadar, sebagian besar waktuku, habis untuk bekerja. Mengalahkan waktuku untuk istirahat, bercengkrama dengan keluarga, atau melepas rindu dengan teman lama. Aku bukan lagi manusia. Aku hanya robot yang bekerja dengan rasa suka. Haruskah aku merevisi hidupku? Itu adalah pilihan. Aku tahu……….