Mawar di Tengah Ilalang
Saturday, May 13th, 2006Mawar merah di tengah ilalang.
Ia tak tumbuh cantik seperti mawar yang kulihat di taman bunga.
Titik hitam tumbuh hampir di setiap helai bunga.
Tak ada tangan yang menyiram air dengan cinta.
Cukuplah hujan membasuh tubuhnya.
Terkadang ia harus kuyup dan kedinginan.
Terkadang pula ia harus sabar menahan dahaga.
Kucoba dekati….kucoba amati.
Meski penuh titik hitam bak koreng, ia tetap merekah dg pesona.
Batangnya berdiri tegak dengan kuat.
Duri-duri tetap siaga menepis tangan-tangan jahil.
Aku bertanya padanya, maukah ia aku bawa?
Agar aku bisa menyiramnya setiap hari.
Ia hanya tersenyum…
Aku kembali memintanya agar mau kubawa,
Kukatakan, aku ingin merawatnya.
Tapi ia kembali hanya tersenyum…
Aku masih mencoba mengajaknya,
Ku katakan, aku ingin ia di dekatku,
karena aku sayang padanya.
Akhirnya, ia tersenyum dan mengangguk.