Sejenak
Sejenak kau masuk ke dalam ruang yang selama ini tertutup.
Membangunkanku dari lelapnya tidur.
Membuatku berani memberi dan menerima.
Namun angin kembali membawamu pergi.
Kamu tak kuasa bertahan, dan aku tak kuasa melawan.
Kamu hanyalah cinta sejenak.
Yang hadir secepat kilatan petir, namun cukup membuatku terluka untuk kembali tertidur.