Mereka Butuh Cinta

Hari ini Ismi Soraya menjadi tamu Good Morning. Dia adalah bocah 9 tahun yang menjadi korban penganiayaan ibu asuhnya. Kasus Ismi mencuat pada November 2005. Good Morning menghadirkan Ismi, untuk membahas bagaimana kabar Ismi sekarang. Ismi memang jauh lebih baik ketimbang beberapa bulan lalu. Tawa riang sudah kembali menghiasi wajah polosnya. Tapi bekas penyiksaan masih tergurat sangat jelas, baik secara fisik maupun psikologis.

Luka bekas parutan, seterikaan, dan guyuran air panas di sekujur tubuhnya, masih menjadi saksi yang bisa bercerita banyak bagaimana Ismi dulu disiksa Ibu Suri, demikian panggilan ibu asuhnya. Bahkan matanya kini rabun karena dulu sering diolesi balsem oleh sang ibu asuh. Dan secara psikologis, Ismi terlihat masih sulit diatur, berontak, dan sering bersembunyi di kolong tempat tidur.

Kisah pilu Ismi ternyata telah dimulai sejak ia lahir. Ibunya seorang TKW yang pulang dari Pakistan dalam keadaan hamil. Jadi, diduga ayah Ismi adalah seorang laki-laki Pakistan. Setelah menginjakkan kaki di Indonesia, si Ibu terdampar di tempat Ibu Suri. Ia lalu melahirkan dan meninggalkan Ismi mungil di rumah Ibu Suri.

Aku melihat foto Ismi ketika usianya masih 3 tahun. Ia sangat cantik dan lucu. Tapi lihatlah ia kini, wajah dan tubuhnya penuh bekas luka siksaan. Untuk pertama kalinya, aku hanya bisa terpaku di ruang kontrol studio 5. Aku bahkan hampir tak memperhatikan jalannya live Good Morning pagi ini.

Selepas on air, aku masuk ke ruang ganti pakainan. Aku  menemui Ismi di sana. Awalnya ia terlihat apatis. Tapi aku kaget saat Ismi tiba-tiba menghampiri dan memelukku, erat. Tak banyak kata yang terucap dari mulut mungilnya. Tapi gesture-nya bercerita sangat banyak padaku. Tentang perasaannya, tentang harapannya.   

Bukan  hanya Ismi yang membuatku merasa pilu. Tadi Ismi bernyanyi bersama 3 orang temannya, anak-anak tuna netra yang juga ditampung di panti Binanetra, seperti Ismi. Mereka menyayikan lagu berjudul "Heart", yang disambung lagu "Ayah". Tak merdu memang, tapi mampu menyihir siapa pun untuk terus melihat dan mendengarkan nyanyian mereka. Begitu penuh perasaan.

Aku lalu bertanya pada Yohanes dan Aldi, 2 teman Ismi, kenapa mereka suka pada lagu "Ayah".

"Karena dulu aku sering disiksa Ayah. Ayah sering pukul aku", itulah jawaban Yohanes. Satu jawaban yang sangat menusuk nurani. Ia ternyata rindu pada kasih seorang ayah, yang tak pernah ia rasakan. Aku memegang tangannya, yang dibalas dengan genggaman kuat tangan mungil Yohanes.

Ya Allah, aku tahu Engkau pasti punya rencana indah untuk mereka. Engkau akan membalas luka mereka dengan sentuhan-sentuhan penuh kasih. Amien.

Leave a Reply