Saat Hati Bisa Tersenyum
Inilah Ramadhan terindah yang pernah gw rasakan selama hidup. Ramadhan yang memberi gw banyak pelajaran dan teguran, sekaligus berkah.
Di Ramadhan ini gw mencapai klimaks akumulasi emosi di kantor. Di saat diri sedang sangat jenuh dengan pekerjaan dan tuntutan deadline, gw dihadapkan pada masalah yang sangat menyulut emosi. Tapi Allah Maha Tahu. Di satu sisi, diri mendapat "godaan" yang memancing gugurnya puasa. Tapi di sisi lain, gw bersyukur, semua masalah ini datang di bulan Ramadhan, dimana gw sedang berusaha untuk lebih sabar dari biasanya. Ngontrol emosi emang jauh lebih berat ketimbang nahan lapar dan haus!!!
Di Ramadhan ini pula gw banyak dihadapkan pada kejadian yang mengajak diri untuk lebih merenung dan instropeksi diri. Betapa selama ini Allah begitu sayang sama gw, tapi gw sering tak menyadarinya. Betapa Allah sangat menjaga dan melindungi gw, tapi gw sendiri sering lalai menjaga diri. Betapa Allah selalu memberi gw yang terbaik, tapi gw terkadang lupa bersyukur. Betapa Allah selalu menyiapkan rencana indah buat gw, tapi gw masih sering "protes".
Dan satu berkah terindah gw dapatkan di Ramadhan ini. Yaitu kedamaian hati saat bisa memaafkan. Kadang kita menyangka jika hati ini tlah memaafkan, tapi ternyata jauh di dalamnya masih menyimpan luka. Luka yang membuat kita menjadi dingin dan menutup nurani.
Di awal Ramadhan, gw memohon pada-Nya untuk memberi gw kekuatan memaafkan dengan ikhlas. Bertahun-tahun gw menyimpan luka yang sebetulnya hanya merugikan diri sendiri. Meski mulut telah berkata, "aku sudah maafkan, aku sudah melupakan", tapi nurani tak bisa berbohong jika luka itu masih ada. Jika maaf yang keluar, belumlah sepenuhnya ikhlas. Luka yang telah terkubur hampir seumur hayat, hingga gw kira sudah mati. Tapi ternyata hanya mati suri.
Dan kini, dengan rahmat-Nya, gw merasakan satu kedamaian yang sulit gw gambarkan dengan kata-kata. Saat hati bisa tersenyum dan luka terobati dengan kasih-Nya. Saat jiwa bisa terbebas dari keringnya rasa. Saat tangan gw bersedia menggenggam tangan"nya", yang tanpa gw sadari sudah sejak lama terulur.
Terima kasih, ya Allah…
October 21st, 2006 at 7:23 am
asty….
mau dong hati tersenyum dan ihlas memaafkan.
betapa beruntungnya kamu neng
October 24th, 2006 at 9:00 am
Insya Allah, keberuntungan itu akan kita dapat jika kita berusaha mendapatkannnya
October 26th, 2006 at 7:43 am
Insya Allah, kamu juga pasti bisa, Pit
October 27th, 2006 at 8:55 pm
Allah pasti sayang banget sama loe, Ty… Just be strong as always