Lapindo Again

Jam 9 malam tadi, Korda ngasih kabar kalau ada ledakan pipa gas pertamina yang menjebol tanggul lumpur panas Lapindo. Gw masih blom punya gambaran sampai seberapa parah akibat dari ledakan tersebut.

Jam 11, tim liputan Surabaya feeding gambar suasana TKP dan rumah sakit tempat mengevakuasi korban. Miris banget liatnya. Gw sampai gak sanggup melihat potongan beberapa gambar, karena terlalu mengerikan. Innalillahi wainailahi rojiun.

Salah satu teman gw, koresponden Surabaya yang kebetulan di BKO-kan ke Jakarta, merasa "mimpi" saat melihat gambar tersebut. Karena sebelum ke Jakarta, saat liputan up date lapindo beberapa hari lalu, dia nongkrong bareng di dekat tanggul utama dengan salah satu korban tewas, kapten Afandi. Mereka berbincang akrab sambil ngerokok. Saat itu teman gw bertanya "ngasal": "wah gimana ya kalau sampai tanggul ini jebol?".  Lalu Pak Afandi menjawab: "ya kita gak bisa rokoan lagi kayak gini, Mas."

Musibah ini mengingatkan gw ke masa gw tugas ke Aceh, liputan tsunami, 2 tahun lalu. Saat gw ikut menjadi saksi sisa-sisa yang membuktikan betapa dasyatnya kuasa Allah.  Bagaimana  kota Melaboh  bisa  benar-benar rata disapu air.  Saat itu gw sengaja ke pantai, menatap  gelombang air yang begitu tenang, dan membayangkan jika beberapa hari lalu, ketenangan ini berwujud air bah yang luar biasa dasyat.

Apalagi saat gw mendengar cerita pengalaman mereka yang berhasil selamat. Gak sedikit yang gw nilai sebagai "keajaiban". Karena kalau menggunakan logika manusia, mereka gak mungkin selamat. Tapi hati juga terus membiru melihat mereka yang kehilangan keluarga dan harta.

Tapi gw yakin, akan selalu ada hikmah dari semua kejadian meski kita merasakannya sebagai duka.

Leave a Reply