CaNtiK

Sabtu kemarin,
Reportase Investigasi mengangkat topik “operasi pelatik ilegal“. Demi tampil
cantik dan menarik, baik wajah maupun body, banyak perempuan yang berani ambil
resiko, dioperasi pelastik oleh mereka yang bukan ahlinya. Seperti pelaku yang
diwawancarai Reportase kali ini. Jangan bayangkan dia bergelar dokter spesialis,
karena dia hanya lulusan SMA.

Gw jadi
mikir….apa sih definisi cantik itu?
Tubuh tinggi ramping, rambut
panjang, kulit putih bersih, hidung mancung? Sadar atau tidak, sebetulnya kita
sudah manut dengan definisi cantik yang dibuat industri dan media. Lihat saja
iklan-iklan di TV dan majalah. Laki-laki bermasalah dengan “kekuatan”,
sementara perempuan bermasalah dengan berat badan dan warna kulit. Tapi
benarkah seperti itu?

Jujur, gw pernah
merasa bermasalah dengan badan gw.
Bahkan di masa remaja, gw mengalami
krisis percaya diri. I was an ugly duck. Nih bayangin: tubuh pendek, kurus
kering, hitam legam, wajah kumal karena malas merawat diri, berkacamata, dan
gigi atas yang tonggos. Pernah nih,
waktu SMP, gw sedang bersepeda dan menyusul segerombolan teman sekolah yang
berjalan kaki. Lalu mereka meneriaki gw, “Eh Ty, kok gigi lo duluan dari sepeda
lo!“. Aduuuuuh gimana gak makin turun tuh kepercayaan diri gw! Gw merasa diri
gw sangat tidak cantik!

Pas gw SMA, ada
sedikit “perbaikan“. Berkat hobi berenang 2 kali seminggu, tinggi badan gw
bertambah cukup signifikan. Tapi itu gak melunturkan krisis PD gw. Apalagi
badan gw masih tetep seperti papan, meski gw udah makan banyak. Beberapa sepupu
gw ada yang beropini, “Ty kasihan banget deh suami kamu nanti, pas malam
pertama, liat badan kamu, gak berhasrat! Abis rata depan, belakang, samping!“.
Sebetulnya mereka mungkin cuma bercanda, tapi itu bikin gw makin merasa
bermasalah dengan ukuran dan bentuk badan gw.

Baru di masa
kuliah-lah, gw mengubah paradigma. Gw bertemu dan bersahabat dengan beberapa
cowok. Dari merekalah gw tahu jika definisi cantik bukanlah judgment yang
berkekuatan hukum tetap. Perlahan, gw bisa “menerima“ diri gw apa adanya. Gw
pun jadi percaya diri dan merasa cantik….heheheheh…apa bedanya coba gw sama
Dian Sastro? Kami sama-sama punya mata, hidung, mulut. Letaknya pun sama. Bibir
gw gak di atas mata kan? Begitu lupa body kami. Kami sama-sama punya 2 tangan
dan 2 kaki dengan letak yang sama.
Cuma…wajah dan body Dian Sastro
lebih enak diliat hehehhe.

Soal Body yang kurus kering…just look at the bright sight
aja! Gw gak perlu diet dan bisa
makan apa aja. Gak pantang makan coklat, es krim, susu, dan makanan berkalori
tinggi. Gw juga gak perlu bayar personal trainer (seperti beberapa temen gw)
untuk menurunkan berat badan dan memiliki bentuk tubuh yang diinginkan.

Dan buat temen-temen yang over weight, juga tetep look at the
bright sight ya! Karena cantik bukan harga mutlak dan sifatnya sangat relatif /
subjektif. Yang penting mah kita merasa nyaman dengan diri kita apa adanya…ya
gak?! Karena setiap perempuan punya kecantikannya masing-masing. Setuju?! ;)

Leave a Reply