Salah Siapa?
Akhirnya, jenazah M. Guntur ditemukan. Dalam duka, terselip rasa lega.
Namun kontroversi kenapa wartawan bisa berada di bangkai KM Levina 1, masih bergulir. Polri dan Dephub saling tuding.
Tapi menurut gw, kesalahan itu ada pada kami (wartawan) sendiri. Meski dilarang, wartawan pasti akan terus melobi agar diijinkan masuk (meliput) TKP. Sering kali, saat di lapangan kami terlena oleh suasana. Bahaya yang mengancam nyawa pun akhirnya terlupakan. Hasrat mendapatkan liputan, terutama gambar, yang "dramatis" mendominasi akal sehat. Suasana mencekam bukannya membuat nyali ciut, tapi justru membangkitkan adrenalin. Sayangnya, kami lupa memproteksi diri. Misal, enggan memakai live vest saat liputan di habitat air, jengah memakai rompi anti peluru saat di daerah konflik, dll.
Kejadian ini adalah pelajaran dan peringatan, terutama buat kami. Agar kami tetap memperhatikan keselamatan diri saat bertugas.
(dari ruang redaksi yang diselimuti rasa duka)