Kejutan di Hari Jumat
Jumat siang, akhirnya gw memilih membaca buku di atas sofa Nomat. Tak enak juga terus merecoki teman-teman yang sedang sibuk kerja, sementara gw bersantai ria di kantor. Eeeeh..bukan karena gw lagi jadi pemalas ya, tapi sedang menghabiskan hari libur di kantor. Eeeeeeeeeh bukan karena gw kerajingan kerja ya…libur-libur ke kantor! Hanya saja, bertugas di Reportase Pagi membuat gw sedikit kurang gaul. Jadi, biar masih tergolong mahluk yang bersosialisasi dengan manusia lain, gw sempetin deh main ke kantor selagi libur
Posisi sofa yang tepat di balik jendela kaca membuat sinar matahari menghangatkan badan yang mulai kedinginan terbelai AC. Wiiiiih pusisi wuenak nih. Saat asyik membaca, Mbak Yasmin (produser Good Morning) memanggil gw. Lapak Good Morning memang tak jauh dari posisi sofa dimana gw duduk. Dia memberi tahu jika ada surat dari pemirsa Good Morning yang ditujukan pada gw. Dengan rasa heran, gw menghampiri Mbak Yasmin untuk mengambil surat tersebut. Ternyata benar, surat itu ditujukan pada gw. Di bagian depan amplop, tertulis To: Asty Rastiya (ex crew Good Morning). Di bagian belakang amplop tertulis nama pengirimnya, Nurul Hidayati, yang beralamat di Mojokerto, Jawa Timur. Rasanya, nama ini tak asing buat gw. Tapi siapa ya?
Gw buka amplop tersebut. Selember kertas bertuliskan ketikan komputer, diawali dengan perkenalan diri si pengirim surat. Lalu ia menjelaskan jika ia melihat beberapa paket liputan dimana nongol wajah Asty Rastiya. Di awal Maret ini, beberapa liputan gw jaman di Good Morning dulu, memang diputar ulang dalam rangka Ultah Good Morning yang ke-2.
Lalu ia bercerita jika sewaktu di SD dulu, ia memiliki teman bernama Asty Rastiya. Ia menjelaskan ciri-ciri Asty, temannya tersebut. Bahkan ia mengajukan 3 pertanyaan, dimana jika semua jawabannya adalah "ya", maka berarti, Asty Rastiya yang dilihatnya di TV adalah sama dengan Asty Rastiya, teman kecilnya dulu.
Gw hampir berteriak kegirangan. Nurul!! Ini Nurul sahabatku diwaktu kecil!!!! Nurul yang telah lama coba kulacak kabar dan keberadaannya! Gw langsung menelepon nomor handphone yang tertulis di surat tersebut.
"Assalamualaikum, dengan Nurul?"
"Waalaikum salam, iya."
"Nurul, ini Asty! Iya, ini Asty yang sama!"
Kami pun langsung larut dalam perbincangan nostalgia. Namun dia sempat bertanya." Kamu mungkin lupa sama saya, ya?" Bagaimana mungkin aku lupa! Nurul sahabat kecilku, dimana kami habiskan hari dengan bermain bersama. Pulang sekolah bareng, duduk sambil makan jajanan di atas batu kali yang kami proklamirkan sebagai markas kami, berenang di dalam bak penampungan air wudhu mushola di belakang rumah Nurul sehingga kami kerap dimarahi, melihat sapi-sapi di tempat penjagalan yang terletak persis di depan rumah Nurul….ya Tuhan…rasanya itu baru kemarin….
Nurul adalah teman kecilku, saat SD dulu. Dia dan gw punya satu persamaan, TOMBOY!
Mungkin itu yang membuat dulu kami sangat dekat. Sayangnya, saat kenaikan ke kelas 4, Nurul dan orang tuanya pindah ke Jombang, Jawa Timur. Untuk beberapa waktu, kami masih sempat bertukar kabar lewat surat. Tapi kemudian, seiring beranjaknya usia kami ke masa remaja, kami semakin jarang berkomunikasi. Masing-masing seolah sibuk dengan dunia barunya, masa SMP. Akhirnya, komunikasi pun terputus. Dan saat gw ingin kembali bersua kabar lewat surat, gw sudah kehilangan alamat Nurul.
Tapi, meski silaturahmi "terputus", kerinduan terus bernyanyi dalam hati. Gw sering berharap, suatu hari nanti, gw bisa mengetahui kabar Nurul, bahkan kembali bertemu dengannya. Tapi bagaimana caranya?
Tak disangka, nongolnya gw di layar TV, membawa berkah istimewa. Itulah hidup, ya?! Penuh kejutan! Dengan kebesaran Allah, tak ada yang tak mungkin terjadi di dunia ini.
Nurul, sah
abat kecil gw, kini sudah memilki satu anak…wah ketinggalan 2 kosong nih, gw!