Maafkan aku, Bunda

From: Mom HP
"Ari tanggal 31 asty pere?
Hoyong pendak sono. Tapi mun asty na moal tiasa
pendak, mamah moal maksakaeun ka Jkt. Putrana
tante neneng nikah.

Sebuah SMS dari bunda tercinta di kampung, membuat gw merasa tertegur. Bundaku rindu…..
Aku baru tersadar jika sudah hampir 3 bulan kami tak bertemu. Jujur….biasanya aku tak merasakan ada yang salah dengan kondisi ini. Sejak jaman kuliah, aku memang jarang pulang kampung. Dulu, paling hanya saat libur semesteran aku melepas rindu dengan keluarga. Cukup 2 kali setahun.
Masuk dunia kerja, frekuensi pulang kampung bisa ditambah, meski gak signifikan.

Tapi tadi, seorang teman kantor bertanya, "Emang udah berapa lama lo gak pulang?"
"Berapa lama ya? Terakhir pulang, akhir Desember kemarin", jawabku enteng.
"Waaah, udah lama dong! Pantas ibumu kangen!", komentar temanku.

Bunda…maaf aku sudah terlalu egois, seolah tak peduli pada rasa rindumu.
Bunda…maaf aku terlalu cuek, hingga menganggap biasa tak berjumpa dalam hitungan bulan.
Bunda…padahal tanpa doamu, tanpa dukunganmu, aku tak pernah tenang melangkah.

BMom_1unda…..aku rindu.

Leave a Reply