Oleh-oleh
Tuesday, April 17th, 2007Akhirnya, pagi tadi penghuni rak "cenderamata" gw bertambah lagi. Setelah hampir setahun konstan, sebuah gantungan kunci dan magnet lemari es berbentuk unta, buah tangan dari Ardy yang baru pulang tugas liputan dari Tunisia, menambah koleksi barang-barang khas berbagai daerah.
Dulu, gw dan teman-teman selalu saling memberi oleh-oleh jika Dinas Luar Kota (DLK) or Dinas Luar Negeri (DLN). Gw sampai menyiapkan rak khusus di kamar untuk menyimpan dan memajang berbagai suvenir, baik oleh-oleh temen maupun yang gw beli sendiri saat tugas DLK. Seneng aja mengoleksi berbagai barang yang menjadi ciri khas daerah tertentu.
Yang paling unik adalah oleh-oleh dari Desi, Didit, dan Gatut, saat mereka ke Amerika. Mereka mengoleh-olehi gw sendok kecil dari pelastik dan tisu bertuliskan nama kafe dimana mereka mendapat barang-barang tersebut. Unik, mengingat "perjuangan" mereka untuk mendapatkannya hahhaha. Nah, kalau temen yang paling "unik" permintaannya jika orang lain keluar kota, terutama ke daerah pantai, adalah Buyung, cowok Padang yang mendok banget ngomong Sundanya hahahha. Dia tuh koleksi pasir laut. Jadi, kalau lagi ke pantai dan ternyata pasirnya bagus, gw akan cari botol air mineral untuk menampung pasir. Di botol tersebut lalu diberi keterangan tempat dimana pasir tersebut diambil dan tanggal pengambilan. Aduh ‘Yung…masih ada gak tuh koleksi pasir lo?
Tapi…seiring waktu, gw dan temen-temen gw mulai jarang ke lapangan,
apalagi liputan keluar Jakarta. Udah banyak temen-temen yang lebih
fresh, yang membuat kami jadi uzur
Oya, waktu beres-beres kamar beberapa waktu lalu, gw "menemukan" pelastik oleh-oleh yang gw beli di Brastagi, Sumatera Utara. Dulu gw beli banyak stok, sehingga masih bersisa. Ada kalender khas batak yang terbuat dari Bambu dan gantungan kunci kerajinan masyarakat lokal. Ada yang berminat? heheheheh