Jika Mata Bicara
Kucoba terus tak menoleh.
Namun akhirnya aku melihatnya juga,
tatapan keruh tanpa cahaya.
Bukankah dulu aku pergi agar kamu tersenyum?
Bukankah dulu aku pergi agar kamu tak lagi gamang?
Tapi, kenapa bukan itu yang diceritakan matamu?
Tidakkah ia bisa membuatmu tertawa?
Tidakkah ia membuatmu "feel at home"?
Tak ada lagi kata terucap untuk memohon, seperti dulu.
Saat aku tetap bergeming.
Namun kini, sinar pilu itu justru menusuk hati.
Jahatkah diri jika berusaha tetap tak peduli?
Tapi benarkah jika kubiarkan diri luruh?