Tak Kenal Maka Tak Sayang

"Asty, kamu punya paspor?"
            "Punya. Mas."
"Ya sudah, kalau gitu kamu aja yang berangkat!"
            "Kemana, Mas?"
"Macau sama Hongkong."
            "Kapan?"
"Senin depan"
           "…..?"

Itu artinya gw cuma punya 4 hari untuk mempersiapkan diri. Walah! Waktu yang teramat singkat untuk persiapan DLN (Tugas Luar Negeri). Apalagi jika kita ditugaskan ke negeri yang kita gak begitu "kenal". Macau kota judi, hanya itu yang gw tahu. Di sela pekerjaan, gw berusaha menyempatkan diri untuk riset singkat. Setidaknya, kepala gw gak gelap-gelap amet soal wilayah administrasi khusus di Cina itu.

Selasa pagi, 15 Mei 2007, akhirnya gw menjejakan kaki di Last Vegas di bumi timur. Di bawah sinar matahari yang baru terbit, mata gw terbelalak. Pemandangan yang ada di depan gw sungguh beda dengan apa yang ada di benak gw: Macau = kota judi, brongs, monoton.

Macau ternyata kota dengan penataan yang apik. Meski jalanannya kecil, tapi sangat jarang gw terjebak macet. Bangunan-bangunan peninggalan Portugis terawat sangat baik, bahkan terlihat megah dan eksotis. Beda banget dengan bangunan kuno yang ada di kawasan kota. Gw lebih merasa sedang di Eropa ketimbang di Cina.

Dan dibalik puluhan gedung kasino, ternyata Macau punya banyak pesona alam dan budaya. Gw pun langsung merasa exciting!!! Jalan-jalan ke perkampungan tua nelayan di pulau Coloane dan Taipa, Berarung jeram dalam vulcano di pulau Macau, bersantai sejenak di taman Lou Lim Ioek yang bernuansa Cina tradisional, dan cuci mata di San Malou.  Meskipun harus  kerja ekstra karena itinerary yang padat….tapi it was fun!

Cuma nih….susah banget ketemu  orang lokal yang bisa berbahasa Inggris. Bahkan di hotel sekali pun! Oya…heheh…ngomong-ngomong soal hotel…gw sempet tertegun juga saat masuk ke dalam kamar hotel. Dikasih suite room!!! Walah…udah gratisan….dikasih "service" lebih! Siapa yang gak seneng! Ya gak?
Dan balik lagi ke cerita bahasa Inggris. Kesulitan terbesar justru terjadi saat liputan.  Soalnya, orang yang nemenin gw kemana-mana adalah orang Portugis yang juga tak bisa berbahasa Mandarin ataupun Kantonis! Ya…jadilah bahasa tarzan yang gw pake saat wawancara narasumber!

Dan buat yang suka belanja, Macau itu berbatasan dengan kota Zhuhai, yang sudah termasuk wilayah Cina daratan. Jalan kaki juga nyampe! Nah di Zhuhai ini, harga barang-barangnya murah banget!!! Jauh lebih murah ketimbang Hongkong, apalagi Jakarta. Tapi harus jago nawar sih! Dan perjuangan juga tuh saat menawar…karena hanya bisa pake "bahasa kalkulator" hahhaha.

Selain itu, Macau juga deket banget sama Hongkong. Cuma 1 jam dengan kapal feri. Bahkan, dalam 1 hari gw bisa jalan-jalan di 3 kota sekaligus dengan rute: Macau-Hongkong-Macau-Zhuhai.

And at the end…gw balik ke Jakarta dengan perasaan  bersyukur banget karena mendapat banyak pengalaman. Padahal, sebelum berangkat, agak setengah hati juga untuk berangkat ke Macau. Soalnya, gw pengennya tugas DLN ke negara-negara yang panorama alamnya yahud, seperti NZ atau negara2 di Eropa (tapi gak mau deh kalau Ausie or Amrik!). Well…benar kata pepatah…tak kenal maka tak sayang :)

2 Responses to “Tak Kenal Maka Tak Sayang”

  1. Ivan Says:

    Halo, tanya donk. Kalo dari macau mau ke Zhuhai jalan kaki harus lewat mana ? mohon petunjuknya. Lalu tempat belanjanya tidak jauh dari perbatasan ? ato harus naik transport lagi ? Juga apakah Perlu Visa utk masuk Zhuhai ?
    Sorry ya tanyanya banyak. Thanks

  2. AsTY Says:

    Pastinya lewat perbatasan heheh, tepatnya lewat imigrasi. Gak jauh kok dari pusat kota Macau (karena Macau termasuk kota kecil). Prosesnya gampang dan cepat kok. Tapi harus pake visa, harganya kalau gak salah sekitar $HK 140, atau sekitar 145 ribu rupiah. Visa itu bisa kita urus di Macau (kalau ke Macau kita gak perlu visa).
    Ada beberapa sentra belanja di Zhuhai, mirip ITC gitu deh. Salah satunya gak jauh dari imigrasi. Jadi tinggal jalan kaki. Asal jago nawar dan teliti untuk membedakan kualitas barangnya (KW berapa), dijamin bisa bikin kantong terkuras karena kebanyakan shopping hehehhe.

Leave a Reply