Rintih

Kutemukan kau masih seperti dulu.

Masih dengan tatapan sayu dan ketulusan hati.

Terkadang kulihat engkau begitu kuat dengan ketegaranmu yang luar biasa.

Namun seringnya kutemukan kerapuhan dalam asa yang kau perjuangakan tetap ada.

Dalam pelukmu, kurasakan kekuatanmu namun pula jerit hatimu yang sesungguhnya merasa lelah.

Dan aku tak akan pernah berhenti melangkah untuk meraih senyum di hatimu.

Leave a Reply