Archive for August, 2007

Surat untuk Aki

Saturday, August 18th, 2007

Assalamualaikum, Ki.

Semalam aku lewat kompleks zeni. Aku melihat satu rumah yang dihias dengan aneka hiasan bernuansa merah putih dan lampu kerlap-kerlip. Asty jadi ingat Aki.
17 Agustus adalah hari yang istimewa buat Aki. Setiap awal bulan Agustus, Aki biasanya mengecat rumah dan pagar. Lalu, Aki memasang lampu kerlap-kerlip di sekeliling rumah.
Dan setiap Asty pulang upacara 17an, Aki pasti nunggu Asty di teras rumah. Lalu Aki akan bercerita tentang masa-masa Aki harus keluar masuk hutan hingga jarang bisa ketemu istri dan anak-anak. Dan dengan bangga, Aki akan bilang, "Tadi Aki juga udah sasabraka!". Aduh Aki….dari dulu Aki gak pernah bisa menyebut kata paskibraka dengan benar hehehehe….. Tapi, mengibarkan bendera merah putih ternyata punya makna yang dalam ya buat Aki? Sampai-sampai Aki sendiri yang mengibarkan bendera di pekarangan rumah. Atau karena aki gak mau kalah sama cucu-cucu Aki yang jadi anggota paskibraka? :D

Miss U so much, Ki.

Wassalam,

Asty
(incu aki nu pang bandelna hehheheh)

Selamat Ulang Tahun, Bunda

Wednesday, August 15th, 2007

Selamat ulang
tahun bunda.

Waah, hari ini
usiamu resmi lebih dari setengah abad. Tapi di mataku, engkau masih tetap sama.
Wanita energik, hangat, dengan hati bak oasis cinta.

Bunda, rasanya
baru kemarin kita nonton lomba tarik tambang di alun-alun. Waktu itu, tubuhku masih
sangat mungil sehingga pandanganku terhalang tubuh-tubuh dewasa. Aku melihat
teman-temanku bisa asyik menonton karena duduk di atas pundak ayah mereka.
Dengan lugu, aku memintamu untuk menggendongku, agar aku bisa menonton seperti
teman-temanku. Dan apa yang kau lakukan kemudian? Kau jongkok, menyuruhku naik
dan duduk di atas pundakmu.

Aku duduk sambil
tertawa riang dan melonjak-lonjak kegirangan. Aku bahkan tak menyadari jika
tubuh mungilku ternyata terlalu berat untuk badanmu yang kurus. Tapi engkau
berusaha bertahan, karena ingin melihatku tetap tertawa riang.

Bunda, kejadian
sore itu hanyalah satu dari bukti cintamu yang tak terhitung jumlahnya. Hingga
aku tak pernah bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan
kasihmu.

Bunda, di hari
ulang tahunmu, aku hanya bisa memberimu kado rasa terima kasihku. Dengan segala
keterbatasanmu, terima kasih engkau selalu menjadi bunda sekaligus ayah yang
terbaik untukku.