Selamat Ulang Tahun, Bunda
Selamat ulang
tahun bunda.
Waah, hari ini
usiamu resmi lebih dari setengah abad. Tapi di mataku, engkau masih tetap sama.
Wanita energik, hangat, dengan hati bak oasis cinta.
Bunda, rasanya
baru kemarin kita nonton lomba tarik tambang di alun-alun. Waktu itu, tubuhku masih
sangat mungil sehingga pandanganku terhalang tubuh-tubuh dewasa. Aku melihat
teman-temanku bisa asyik menonton karena duduk di atas pundak ayah mereka.
Dengan lugu, aku memintamu untuk menggendongku, agar aku bisa menonton seperti
teman-temanku. Dan apa yang kau lakukan kemudian? Kau jongkok, menyuruhku naik
dan duduk di atas pundakmu.
Aku duduk sambil
tertawa riang dan melonjak-lonjak kegirangan. Aku bahkan tak menyadari jika
tubuh mungilku ternyata terlalu berat untuk badanmu yang kurus. Tapi engkau
berusaha bertahan, karena ingin melihatku tetap tertawa riang.
Bunda, kejadian
sore itu hanyalah satu dari bukti cintamu yang tak terhitung jumlahnya. Hingga
aku tak pernah bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan keindahan
kasihmu.
Bunda, di hari
ulang tahunmu, aku hanya bisa memberimu kado rasa terima kasihku. Dengan segala
keterbatasanmu, terima kasih engkau selalu menjadi bunda sekaligus ayah yang
terbaik untukku.