Pilihan
Semula, percakapan siang itu hanya obrolan ringan untuk meng-up date kabar teman-teman. Tapi kabar yang kudengar tentang Lili dan Damar, ternyata menancap dalam kepala hingga terus menempel meski malam itu aku sudah sangat mengantuk. Percakapan siang itu terus tervisualisasi di benakku, lengkap dengan audionya.
"Loh, jadi mereka serius akan menikah?"
"Yup! Kabarnya sih mereka udah menentukan tanggal."
"Terus, soal perbedaan mereka gimana?"
"Lili akan convert. Karena Damar gak mau convert. Dia lebih teguh memegang keyakinannya."
"Jadi Lili rela convert?"
"Katanya sih gitu. Dia bilang, dia nggak sanggup jika harus kehilangan Damar. Semua orang udah ngingetin dia. Mulai dari cara halus hingga agak kasar. Tapi dia tetep memilih untuk convert. Dia cinta mati sama si Damar."
Orang bilang, cinta itu buta…hingga kadang membuat orang melakukan hal-hal karena dorongan emosi semata…termasuk menukar keyakinan atas nama cinta pada seseorang.
Rasa takut pun merayap. "Ya Allah, bagaimana jika pilihan itu dihadapkan padaku? Aku hanya manusia lemah. Ya Allah, tolong lindungi aku dari cinta yang bisa mengalahkan cintaku padaMU. Tolong lindungi aku dari dari cinta yang akan menjauhkanku dariMU. Dan tolong Kau bukakan hatinya, ya Allah. Semoga kau masih memilih ia sebagai hambaMU. Tolong beri ia petunjukMU, agar tetap di jalanMU. Amin"